A.
Sejarah
Tanaman Karet
Bangsa
Amerika asli adalah orang-orang yang pertama kali diketahui memamfaatkan karet
dalam kehidupan sehari-hari. Getah karet mereka ambil dengan cara menebang
karet yang hidup liar dihutan. Hasil getah tersebut diolah menjadi
bola,alat-alat permainan,alas kaki,dan wadah minuman. Michele Dequeno adalah orang yang pertama kali memperkenalkan tanaman karet melalui laporan nya . Hasil
laporannya dipublikasikan oleh pendatang Eropa pada 18 tahun kemudian. Para
ahli pun tertarik untuk mengatahui unsur-unsur apa saja yang terdapat pada
getah tersebut. Hasil penelitian menujukan ada 3 unsur yaitu; unsur
susu,unsur lilin,serta bahan ringan dan
bening.
Pada abad ke-18 terbitlah buku propensif tentang
tanaman karet yang dikarang oleh Ilmuan yang bernama Antonia Erera isinya berupa pemahan yang lebih mendalam mengeni
tanaman karet. Selanjutnya pada tahun 1735 sekelompok tim akedemi Rovale De Jcies dari Prancis melakukan
penelitian tentang tanaman karet yang banyak tumbuh diwilayah itu. Pada
ekspedisi Peru baru berhasil diketahui lebih banyak tentang tanaman yang
selanjutnya disebut Havea atau karet. Di bantu penduduk setempat mereka
menyelusuroi wilayah-wilayah yang merupakn tempat tanaman ini tumbuh. Ekspedisi
ini pula berhasil ditemukan cara yang lebih efektif untuk memperoleh getah
–getah ,yaitu dengan cara melukai atau
menggores kulit batangnya. Penduduk setempat pun mulai menerapkan cara ini dan
tidak perlu menebang batang pohon untuk mendapatkan getahnya.
Hasil peru
dituangkan dalam bentuk buku oleh Fresnau
pada tahun 1749 dengan menyebut nama hevea dan di lengkapi gambar tanamn karet.
Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang tanaman hevea ini di mulai lah ere
baru pemamfaatan karet menjadi barang-barang untuk keperluan sehari-hari.
Bangsa Eropa mengembangkan pemamfatan karet menjadi lebih beragam dari pakaian
tahan air,penutup perabot agar kedap air,botolkaret,penghapus,dan peralatan
lainnya. Sifat-sifat kimia dan fisika karet pun semakin dipahami,sehingga
penggunaannya semakin massal dan mulai ke industrisasi. Furcroy pada tahun 1791 menemukan cara untuk mngangkut
lateks,kemudian duet Cought dan Joule
pada tahun 1819 menemukan sifat kekenyaln karet dan Faraday menemukan sifat
tidak meneruskan arus listrik pada benda ini. Tahun 1825 terbitlah buku pertama
tentang tanamn karet yang untuk pertama kalinya pula disebutkan nama ilimiahnya
,yaitu Hevea Brasiliensis karena
tanaman ini berasal dari Brasil tepatnya
wilayah sekitar Amazon.
Sejak tahun
1839 karet menjadi Primadona Perkebunan di negara-negara tropis. Pada tahun
yang sama Charles Goodyear dan
Aleksander Parkes menemukan vulkanisasi karet dengan cara menyampurkannya dengan belerang pada suhu
120-130
C. 1888 Dunlop membuat ban mobil yang
selanjutnya dikembangakn oleh Goldrich.
Eduard Michelin menemukan cara
membuat ban angin yaitu ban yang berongga didalamnya berisi angin yang lebih
dikenal dengan nama ban Fulkanisir. Thomas
Hancock pada tahun 1875 mendirikan pabrik khusus begerak dalam bidang karet
dan merupakan pabrik yang pertama di negara-nagara Amerika tropis. Pada tahun
1860 dimulailah pengembangan karet di Asia. Pada tahun tersebut Markham diutus oleh The Royal Botanic di London pergi ke
Amerika Selatan untuk mengumpulkan biji-biji karet yang akan dikembangakan di
Asia. Lembaga tersebut juga mengutus HA
Wickham untuk mengumpulkan biji-biji karet dari Brazil . biji yang
didapatkan oleh kedua orang tersebut disemai di India dan Srilanka.
Perusahaan
yang merupakan perintis perkebunan karet secara besar-besaran di Asia Tenggara
adalah The North Borneo Trading Company
pada tahun 1898 yang menyediakan dan mendistribusikan biji-biji karet
kebeberapa negara di Asia Tenggara. Tahun 1864 karet pertama kalinya dikenalkan
di Indonesia dan awalnya di tanam di Kebun Raya Bogor sebagai tanaman koleksi.
yang senjutnya diujicobakan di Pamanukan dan Ciasem (jawa Barat) jenisnya
adalah Spesies Ficuselastica(karet rembung) dan pada tahun 1902 di Sumatera
bagian Timur jenisnya Hevea Brasiliensis serta pada tahun 1906 di jawa.
Perusahaan asing pertama yang menanam karet dan mengelola nya secara komersial
di indonesia adalah Harrison and Cross Selafield Company yang sebelumnya
telah membuka perkebunan serupa di Malaysia. Dan disusul Sociente Financieredes Caoutchoues dari Belgia pada tahun 1909 dan
perusahan patungan Belanda-Amerika Serikat bernama Holland Amerikaanse plantage Maatschappij pada tahun 1910-1911.
Pada
zaman Hindia-Belanda di perkebunan dan pabrik karet para buruh yang sebagian
besar didatangkan dari pulau jawa dieksploitasi tenaganya secara
berlebihan,sedangkan keuntunganbperkebunan sepenuhnya dinikmati para pemilik
modal. Kegairahan rakyat menanam karet semakin menjadi-jadi setelah depresi
ekonomi berakhir dan harga karet melonjak. Di buatlah peraturan Internasional
yaitu IRRA (International Rubber Requlation Areement) Usai Perang Dunia
II,kebutuhan karet dunia kembali naik,sehingga memberi kesempatan bagi Indonesia
yang sudah Merdeka mengisi kebutuhan tersebut. Yang mengatur volume produksi
dan ekspor karet terkemuka dunia.
B.
Mengenal
Karet
A.
Karet alam
Jenis-jenis
Karet Alam :
1.
Bahan olah karet
Bahan olah
karet adalah lateks kebun dan gumpalan lateks kebun yang didapat dari
penyadapan pohon karet Hevea brasiliensis. Ada 4 jenis Bahan olah karet rakyat
:
a. Lateks kebun
adalah getah yang didapat darikegiatan menyadap karet.
b. Sheet Angin
merupakan lateks kebunyang telah di saring dan digumpalkan dengan asam semut.
c. Slab Tipis
yaitu bahan olah karet yang terbuat dari lateks yang telah digumpal dengan asam
semut.
d. Lump segar
ialah lateks kebun yang terjadi secara alamiah dalam mangkung penampung.
2.
Karet Alam Konvensional
Karet alam
konvensional hanya terdiri dari golongan karet sheet dan crepe. Jenis-jenis
karet Konvensional adalah sebagai berikut:
a.
Ribded Smoked Sheet :X RSS,RSS 1,RSS
2,RSS3,RSS 4 RSS 5
b.
White Crepe Pale Crepe :No.1 X Thin White
Crepe,No.1 X Thick Pale Crepe dan No.1 X Thin Pale Crepe,No 2 Thick pale Crepe
dan no.2 X Thin Pale crepe,
c.
Estate Brown Crepe ; No 1 Thick Brown Crepe,
No 1 Thin Brown Crepe, No 2 Thick Brown Crepe, No 2 Thin Brown Crepe, No 3
Thick Brown Crepe, No 3 Thin Brown Crepe.
d.
Compo Crepe ; No 1 Compo, No 2 Compo, No 3
Compo.
e.
Thin Brown Crepe Remills ; No 1 Thin Brown
Crepe Remills, No 2 Thin Brown Crepe Remills, No 3 Thin Brown Crepe Remills, no
4 Thin Brown CrepeRemills.
f.
Thick Blanket Crepe Ambers ; No 2 Thick
Blanket Crepe Ambers, No 3 Thick Blanket Crepe Ambers, No 4 Thick Blangket
crepe Ambers.
g.
Flat Brak Crepe.
h.
Pure Samoked Blanket crepe
i.
Off Crepe
Semua jenis
karet RSS yang memiliki mutu nomor satu disebut dengan X RSS ,merupakan karet
yang benar-benar bersih ,kering,kuat,bagus,dan benar-benar setiap bagian
mendapat pengasapan sempurna. Perbedaan RSS 3 dari keles-kelas di atasnya
adalah diperbolehkannya terdapat cacat warna, gelembung udara sebesar tiga kali
kepala jarum pentul, atau noda-noda dari permukaan kulit tanaman karet. Bahan
thin brown crepe remills sama dengan bahan brown crepe lainya, tetapi masih
digiling lagi ,sehingga didapatkan crepe dengan ketebalan sesuai dengan yang
dikehendaki. Thick blanket crepe ambers adalah
crepe blanket yang tebal dengan warna cokelat, dan terbuat dari slab
basah, sheet tampa pengasapan, lump,dan scrap dari perkebunan besar atau kebun
rakyat yang baik mutunya. Flat bark crepe adalah karet tanah atau earth rubber,
yakni crepe yang dihasilkan dari scrap karet alam yang belum diolah, termasuk
scrap tanah yang berwarna hitam.
3.
Lateks pekat
Lateks pekat
berbeda dengan jenis karet lain yang berbentuk lembaran atau bongkahan,lateks
pekat berbentuk cairan pekat . pemerosesan bahan baku menjadi lateks pekat bisa
melalui pendadihan (creamed latex) atau pemusingan (centrifuged latex). Lateks
pekat ini biasanya merupakan barang-barang yang tipis dan bermutu tinggi.
4.
Karet Bongkah
Karet
bongkah merupakan karet yang berasal dari karet remah yang dikeringkan dan
dikilang menjai bendela-bendela dengan ukuran yang telah ditentukan. Standar
mutu karet bongkah agak berbeda antara negara produsen yang satu dengan negara
produsen yang lainya.
5.
Karet Spesifikasi Teknis
Karet
spesifikasi dibuat secara khusus dan penilaiannya berdasarkan aspek visual.
Karet spesifikasi dikemas dalam bongkah-bongkah kecil dengan berat dan ukuran
seragam.
6.
Tyre Rubber
Karet ini
merupakan karet setengah jadi, sehingga bisa langsung di gunakan oleh
konsumen,seperti untuk membuat ban atau barang-barang lain. Tujuan pembuatan
karet ini adalah meningkatkan daya saing karet alam terhadap karet sitetis.
7.
Karet reklim
Karet reklim
adalah karet yang didaur ulang dari karet yang telah diolah,digunakan,dan tidak
dipaki lagi seperti ban mobil. Karet reklim memiliki kelebihan yaitu daya
lekatnya bagus,kokoh,tahan lama dalam pemakaian,serta tahan terhadap bensin dan
minyak pelumas. Kelemahannya, kurang kenyal dan kurang tahan terhadap gesekan.
Karet Alam
memiliki manfaat diantaranya sebagai pembuat ban dalam(mobil,sepeda,motor,dan
pesawat),pembuatan peralatan yang kuat dan kendap
air,pembuatan(penghapus,sepatu,kabel,dan getah gelang),karet alam juga
digunakan dalam industri seperti(tali kipas mesin,sambunagan pipa minyak ,sabuk
pengangkut didalam tambang batu bara,dan penahan getaran jembatan). Selain itu
karet alam juga dimanfaatkan dalam peternakan-peternakan besar yaitu untuuk
mengalasi lantai kandang karena mudah dubersihkan untuk menjamin kesehatan
penghuninya.
Karet
memiliki Morfologi ;Daun karet terdiri dari tangkai utama sepanjang 3-20 cmdan
tangkai anak daun sepanjang 3-10 cm dengan kelenjar diujungnya. Setiap daun
karet biasanya terdiri dari 3 anak daun yang berbentuk elips memenjang dengan
ujung runcing. Karet termasuk tanaman sempurna karena memiliki bunga jantan dan
betina dalam satu pohon,terdapat dalam malai payung yang jarang . kepala putik
yang merupakan organ kelamin betina
dalam posisi duduk berjumlah 3 buah. Organ kelamin njantan berbentuk tiang yang
merupakan gabungan dar9i 10 benang sari. Buah karet dengan Diameter 3-5 cm,
tebentuk dari penyerbukan bunga karet dan memiliki pembagian ruangan yang
jelas,biasanya 3-6 ruang yang berbentuk bola.
Klasifikasi
tanamn karet, sebagai berikut :
Divisi : spermatophyta
Subdivisi : anggiospermae
Kelas : Dycotyleddonae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiacae
Genus : Hevea
Spesies : Hevea brasiliensis
Klon adalah
tanaman yang diperoleh dari hasil perbanyakan Vegitatif atau asepsual. Klon
tanaman karet umumnya dilakukan melelui teknik okulasi yang didahuli dengan
seleksi tanaman induk sebagai awal kegiatan pemuliaan tanaman karet. Klon
tanaman karet dimaksudkan untuk memperoleh tanaman dengan sifat-sifat
menguntungkan sebagai berikut :
a.
Produksi lateks tinggi sejak awal dan tetap
konsisten selama umur produktif nya.
b.
Tahan terhadap hama dan penyakit.
c.
Kuat dan kokoh ,sehingga tidak mudah roboh
oleh tiupan angin.
d.
Pohon tumbuh lurus keatas
e.
Cabang menyebar merata disekeliling.
f.
Kulit murni, halus, tebal, dan lekas pulih
setelah disadap.
B.
Karet Sintetis
Jika karet
alam dibuat dari getah pohon karet,karet sintetis atau karet karet buatan
dibuat dari bahan baku minyak bumi. Karet sintetis pertama kali diproduksi
setelah Perang Dunia ll berakhir, sebagai reaksi negara-negara industri yang
menganggap kebutuhan karet tidak bisa terpenuhi dengan hanya mengandalkan karet
alam. Hal ini disebabkan produksi karet alam sangat dipengaruhi oleh iklim dan
kondisi alam lainnya. Sama dengan karet alam, karet sintetis juga terdiri dari
beberapa jenis dengan sifat-sifat yang khas dari setiap jenisnya. Ada yang
tahan terhadap panas, suhu tinggi, minyak, pengaruh udara, dan ada pula kendap
air.
Jenis-jenis
Karet Sintetis :
1.
Karet Sintetis untuk keguanaan Umum
Dinamakn
untuk kegunaan umum karena dapat digunakan untuk bermacam-macam kebutuhan. Ada
4 jenis Karet untuk kegunaan Umum :
a.
SBR(Styrena Butadiene Rubber)
SBR
merupakan karet sintetis yang banyak diproduksi dan digunakan. SBR memiliki
ketahan kikis yang baik dengan kalor dan panas yang ditimbulkannya rendah.
b.
BR(Butadine Rubber)atau PR(Polybutadine
Rubber)
BR memiliki
daya lekat yang kurang di bandingkan dengan SBR sehingka penggunaannya harus
dicampur dengan SBR atau karet Alam.
c.
IR atau Isoprene Rubber
Karet
Sintetis karet ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan karet Alam
yaitu sama-sama polimer isoprene. IR bahkan memiliki beberapa kelebihan
dibandingkan dengan Karet alam, yaitu bahannya lebih murni dan viskositasnya
lebih mantap.
2.
Karet Sintetis untuk Keperluan Khusus
Karet
Sintetis untuk kegunaan khusus berati kegunaannya tidak dimiliki oleh kegunaan
umum,yakni tahan terhadap minyak, oksidasi, panas atau suhu tinggi,dan kendap
terhadap gas. Beberapa karet untuk kegunaan Khusus diantaranya IIR (isobutene
isoprene rubber), NBR (nytrile butadine rubber), CR (chloroprene rubber), dan
EPR (ethylene propylene rubber).
Karet
Sintetis memiliki manfaat diantaranya ; pembuatan pipa karet untuk minyak dan
bensin, membran, seal, gasket, serta barang-barang lain yang banyak dipakai untuk
peralatan kendaraan bermotor atau
industri gas. Karet Sintetis jenis CR karena kelibihannya tahan api maka
dimanfaatkan untuk pembuatan pipa karet, pembungkus kabel, seal, dan sabuk
pengangkut. Sedankan jenis IIR dikarenakan tahan terhadap gas maka IIR banyak
dipergunakan dalam campuran pembuatan ban kendaraan bermotor, pembalut kawat
listrik, serta pelapis tangki penyimpan minyak atau lemak. Secara garis besar
manfaat karet dikehidupan manusia mencakup seluruh aspek yaitu kesehatan, hiburan, transportasi,
komuikasi, pendidikan, hingga industri.
C.
Syarat-Syarat
Hidup Tanaman Karet
Sebagai
tanaman yang berasal dari wiloayah Amerika Tropis, karet bisa tumbuh di
Indonesia yang juga beriklim tropis. Meskipun demikian agar berproduksi secara
maksimal karet membutuhkan kondisi-kondisi tertentu yang merupakan syarat
hidupnya. Jika kondisi-kondisi tertentu tersebut tidak terpenuhi, tanaman karet
bisa saja tetap tumbuh, tetapi pertumbuhannya lambat. Tanamn bisa menjadi
kerdil dan kurus dengan percabangan banyak. Lebih buruk lagi, produksi
lateksnya rendah sehingga secara ekonomis tidak menguntungkan. Meskipun
dilakukan perawatan secara intensif, tetap saja produktivitasnya rendah.
Tanah ; Tanah
dengan padas dibagian atas, yakni kurang dari dua meter dari permukaan , tidak
baik untuk penanaman karet karena akar tanaman sulit menembus tanah untuk
mendapatkan hara yang dibutuhkan. Namun, tanah yang berpadas dikedalaman lebih
dari dua meter masih bisa digunakan untuk penanaman karet. Secara umum karet
menghendaki tanah dengan stuktur ringan, sehingga mudah ditembus air. Meskipun
demikian, tanah dengan kandungan pasir kuarsa tinggi kurang bagus untuk
penanaman karet. Sementara itu,derajat keasaman atau pH tanah yang sesuai untuk
tanaman karet adalh mendekati normal (4-9) dan untuk pertumbuhan optimalnya
5-6. tanah yanag cocok untuk tanaman
karet adalah sebagai berikut :
1.
Pada bagian atas tanah sebagian besar sudah
mengalami pelapukan yaitu sekitar 100 cm atau lebih dan tidak terdapat
berbatuan. Kemiringan tanah kurang dari 10%.
2.
Saluran airnya berjalan baik dengan kadar
oksigen yang selalu tersedia didalam air.
3.
Ketahanan tanahnya bersifat mudah pecah dan
rongganya dapat menahan air.
4.
Tekstur tanah terdiri lempung berpasir dan
liat berpasir. Ukuran dan susunan
tanahnya terdiri dari 30% pasir dan 35% tanah liat
5.
Batuan
di permukaan maupun di dalam tanah maksimal 15%. - pH tanah berkisar antara 4,3
– 5,0 , Drainase tanah sedang.
Iklim ; untuk
daerah Kalimantan Barat ,klon yang dianjurkan untuk ditanam dalam skla besar
disesuaikan dengan tipe iklim pada tiap
daerah adalah sebagai berikut :
1.
Iklim tipe A dengan Curah Hujan >200
mm/bukan selama lebih dari 9 bulan berturut-turut
2.
Iklim tipe B dengan Curah Hujan >200
mm/selama 7-9 bulan dalam setahun.
Contohnya :
GTl Curah Hujan >200 mm/ selama 5-6 bulan 1 tahun(tipe B)
Curah Hujan ; curah
hujan tahunan yang cocok untuk pertumbuhan tanamaan karet tidak kurang dari
2.000 mm/optimalnya antara 2.500-4.000 mm. Pembagian hujan dan waktu jatuh
rata-rata setahunnyabakan mempengaruhi produksi tanaman karet. Daerah yang
sering mengalami hujan pada pagi hari, produksi tanaman karetnya akan kurang.
Tinggi Tempat ; tanaman
karet tumbuh optimal didataran rendah yaitu pada permukaan/ketinggian diatas
200 km DPL. Kontur tanah yang datar lebih baik dibandingkan dengan yang
berbukit-bukit. Lahan datar selain memudahkan pemeliharaan dan penyadapan, juga
mempelancar pengangkutan lateks. Untuk mempermudahkan pengairan, lahan
penanaman karet sebaiknya dekat dengan sumber air,baik sungai maupun aliran air
lainya.
D.
Pembibitan
Karet
Untuk
mendapatkan tanaman karet yang membuahkan hasil yang memuaskan, ada baiknya
jikalau memperhatikan bibit yang digunakan. Untuk mendapatkan hasil yang
memuaskan hanya bisa diperoleh dari klon unggul yang telah melewati uji coba
dilaboratorium dan dianjurkan untuk memilih klon yang telah direkomendasikan
sesuai dengan keadan lahan dan tipe iklimnya.
a.
Menyiapkan
Batang Bawah
Menyiapkan
batang bawah merupakan langkah pertama dalam kegiatan pembibitan karet. Penyiapan batang bawah ini diambil dari biji
tanaman karet, yang meliputi ;
Seleksi Biji :
Untuk memastikan daya kecambah biji tersebut bias dilihat dari
kesegaran, ukuran, daya lenting, posisi saat direndam, dan warna belahannya.
Biji karet memiliki daya kecambah baik adalah biji yang masih dalam keadaan
segar. Artinya, baru jatuh dari pohonnya atau paling lambat empat hari seteleah
jatuh.
Berdasarkan
ukurannya, secara umum biji karet ukuran sedang memiliki daya kecambah paling
baik dibandingkan dengan ukuran lainnya dan daya kecambah biji berukuran besar
lebih baik daripada biji berukuran kecil. Melalui pengamatan, biji karet yang
memiliki daya kecambah baik adalah yang berkulit luar mengilap.
Ukuran
|
Panjang
(cm)
|
Lebar
(cm)
|
Tebal
(cm)
|
Jumlah
(butir/Kg)
|
Berat
(gram/butir
|
Terkecil
|
1,733
|
1,545
|
1,393
|
508
|
1,650
|
Agak
kecil
|
1,887
|
1,670
|
1,464
|
434
|
2,064
|
Kecil
|
1,978
|
1,733
|
1,536
|
410
|
2,231
|
Sedang
|
2.060
|
1,794
|
1,626
|
310
|
2,840
|
Besar
|
2,291
|
1,928
|
1,750
|
287
|
3,300
|
Berdasarkan daya
lentingnya, biji yang dijatuhkan di ubin dan memantul berarti keadaannya cukup
baik. Sebaliknya, jika tidak memantul keadaannya jelek.
Cara terakhir
untuk mengetahui daya kecambah biji adalah melalui pembelahan. Pembelahan ini
dilakukan dengan metode sample.
Sekitar 100 biji karet dari 200 kg biji karet diambil secara acak dan kemudian
dibelah menggunakan batu atau palu. Seteleh dibelah, ada 6 kriteria daya
kecambah biji karet yang bias disimpulkan berdasarkan warna belahannya. Keenam
criteria tersebut sebagai berikut.
1.
Belahan biji berwarna
putih dinilai sangat baik.
2.
Belahan biji berwarna
kekuningan dinilai baik.
3.
Belahan biji kekuningan
agak kehijauan dinilai cukup baik.
4.
Belahan biji kekuningan
berminyak dinilai jelek.
5.
Belahan biji kekuningan
gelap dinilai rusak.
6.
Belahan biji kecoklatan
hingga kehitaman dinilai busuk.
Pengecambahan
Biji yang telah
diseleksi berdasarkan kemurnian klon dan daya kecambah dikecambahkan
Pengecambahan
Menggunakan Peti Kayu
Ukuran peti kayu
yang digunakan disesuaikan dengan jumlah biji karet yang akan dikecambahkan. Di
dasar peti ditaburkan tanah halus sampai setengah tinggi peti, kemudian
ditaburkan pula pasir halus sampai sekitar 25 cm dari permukaan peti
Biji-biji karet
di benamkan sampai ¾ ukuran biji dengan perut biji terletak dibawah.
Selanjutnya,dilakukan penyiraman secara teratur dua kali seharimenggunakan alat
penyiraman berlubang halus atau gembor, sehingga pasir dalam keadaan lembap.
Agar tidak dimakan tikus, peti ditutup dengan kawat kasa atau kawat anti
nyamuk.
Pengecambahan di
Lahan
Lokasi
pengecambahan sebaiknya dipilih yang dekat dengan sumber air karena harus
selalu lembap. Setelah itu, tanah dibersihkan dari batu-batuan, gulma,
tunggul-tunggul kayu, sisa-sisa akar, dan kotoran lainnya sambil dicangkul
sedalam 15 cm. selanjutnya dibuat bedengan dengan lebar 125 cm dan panjang
sesuai dengan keadaan lahan. Kemudian pasir ditaburkan secara merata diatas
permukaan bedengan.
Agar terhindar
dari terpaan matahari dan guyuran hujan, bendengan harus diberi atap dengan
tiang disebelah timur lebih tinggi dari pada tiang sebelah barat. Dengan
perbedaan ketinggian seperti itu, pada pagi hari bedengan mendapat sinar
matahari dan terlindung pada siang dan sore hari.
Penyemaian
Langkah
selanjutnya setelah biji berkecambah adalah memindahkannya ke tempat
persemaian. Biji yang sudah berkecambah harus segera dipindahkan ketempat
persemaian untuk meningkatkan pertumbuhan. Pemindahan ini sebaiknya dilakukan
secepat mungkin karena semakin cepat dipindahkan semakin baik, sebelum kecambah
berdaun karena kecambah yang sudah berdaun akan cepat layu dan mati saat berada
ditempat persemaian. Jangka waktu pemindahan sebelum kecambah berusia tiga
minggu, karena apabila lebih dari tiga
minggu kecambah biasanya akan mudah lemah dan pertumbuhannya lambat. Kecambah
biji karet memiliki akar tombak yang berbentuk lurus, bercabang, dan ada pula
yang tepelintir. Bentuk lurus adalah bentuk akar tombak yang terbaik.
Pencungkilan kecambah sebaiknya dengan hati-hati supaya akar tidak tersentuh,
bengkok atau patah. Pengambilan dan pemindahan kecambah sebaiknya dilakukan
saat matahari tidak bersinar terik, yakni pagi sebelum pukul 10.00 atau sore
setelah pukul 16.00.
Hal-hal yang
dilakukan sebelum penyemaian biji karet :
1.
Terlebih dahulu memasukan biji karet kedalam
karung-karung yang bersih.
2.
Kemudian biji karet tersebut di rendam dalam
air yang bersih dan dingin.
3.
Karung yang berisikakan biji karet diusahakan
terendam seluruhnya dan bila perlu diberi beban berat diatasnya. Perendaman ini
berlangsung selama 4 malam. Air nya harus di ganti agar serangan jasad reknik
yang dapat merusak biji karet dapat diperkecil.
4.
Setelah perendaman selesai angkat karung yang
berisi biji karet tersebut dan airnya dibiarkan menetes sampai kering.
5.
Kemudian biji karet tersebut dikeluarkan dari
karung lalu di hamparkan di atas alas anyaman bambu dan di simpan diruangan
yang peredaran udaranya baik (sejuk).
Penyemaian
di Lahan : tanah yang telah dipilih selanjutnya dibersihkan dari berbatuan
dan kotoran lainnya, kemudian dicangkul sedalam 50-70 cm dan di buat berbentuk
bendengan-bendengan dengan lebar 12 m dan panjang 25 m. Diantara bendengan
dibuat selokan-selokan primer dengan lebar 50 cm dan kedalamannya 40 cm,
sekunder dengan lebar 30 cm dan kedalaman 25 cm. Kegiatan perawatan saat bibit
berada di lahan meliputi penyiraman yang harus dilakukan secara rutin yaitu dua
kali sehari tergantung pada kondisi lahan yang pasti lahan persemaian dalam
keadaan lembab. Pemupukan dilakukan setelah bibit satubulan berada di lahan dan
pupuk yang dianjurkan adalah pupuk yang memiliki kandungan hara makro lengkap
seperti NPK sebanyak 10 gram/bibit . pemupukan dilakukan dengan cara memasukan
pupuk kedalam lubang melingkar bejarak 7 cm dari bibit . 3 bulan selanjutnya
pemupukan di berikan dengaan dosis 15 gram/bibit dan cukup ditaburkan saja.
Penyiangan dilakukan dengan membrantas gulma yang tumbuh diantara bibit karena
akan menjadi pesaing untuk tanaman utama. Hama yang mengganggu bibit adalah
belalang yang memakan daun tanaman sehingga harus diberantas dengan
penyemprotan insektisida Thiodan
dengan dosis 1,5 ml/liter ,janga waktunya lima hari sekali.
Penyemaian
Menggunakan Kantong Plastik : kantong plastik
atau polibag yang digunakan untuk tempat penyemaian bibit karet sebaiknya
berukuran 25 x 56 cm atau diperkirakan dapat menampung tanah 10 kg, namun
sebelum tanah dimasuakan kedalamnya dasar plastik harus diberi lubang sebagai
tempat keluarnya air siraman. Kantong-kantong plastik yang berisi media tanam
harus diletakan dilokasi yan setiap pagi dan sore mendapat sinar matahari.
Kantong plastik di letakan di dalam alur sedalam 20 cm ,setelah itu di timbun,
sehingga yang muncul dilapangan hanya 5 cm. Jarak antarkantong plastik dalam
barisan sekitar 20 cm dan antarbarisan 30 cm. Setiap dubaris kantong plastik
dibuat jalan selebar 75 cm untuk kegiatan perawatan tanaman. Perawatan bibit
karet didalam kantong plastik pada dasarnya sama dengan yang di lahan,yakni
meliputi penyiraman, penyiangan,pemupukan, dan pembrantasan hama.
b.
Penyiapan Batang Atas
Untuk mudahkan kegiatan okulasi sebaiknya setiap perkebunan karet
memiliki lahan khusus berisi klon-klon karet yang akan dijadikan sebagai batas
atas.
Kayu Okulasi
Kayu okulasi bisa diambil dari pohon induk atau tanaman karet ditanam
secara khusus untuk menghasilkan kayu okulasi. Untuk mendapatkan kayu okulasi
dari pohon induk dalam jumlah besar bisa dilakukan dengan cara memotong
ranting-ranting tanaman karet seukuran pergelangan tangan. Dalam waktu tidak
terlalu lama akan muncul tunas-tunas baru. Tunas-tunas baru ini 1-2 tahun
kemudian atau ketika kulitnya sudah bergabus bisa dijadikan untuk kayu okulasi yang biasanya disebut
dengan okulasi dahan. Kayu okulasi yang diambil dari kebun khusus, karena hanya
dijadikan sebagai sumber batang atas, jarak tanam dilahan khusus ini bisa
dibuat rapat yakni 50 x 100 cm atau 100 x 100 cm.
Mata Tunas
Mata tunas adalah bagian tanaman batang atas yang akan diolukasikan
denagan batang bawah. Mata tunas ini setelah menyatu dengan batang bawah akan
tumbuh menjadi batang tanaman karet. Mata tunas ini terdapat di sepanjang kayu
okulasi, semakin muda kayu okulasi tersebut, semakin terlihat jelas mata
tunasnya. Ada tiga jenis mata tunas pada tanaman karet, yaitu mata daun, mata
sisik, dan mata bunga. Karenanya, yang dapat dipakai sebagai mata tunas hanya
mata daun dan mata sisik. Ketiga jenis mata tunas ini memiliki bentuk yang
hampair sama. Cara membedakannya adalah dengan melihat letaknya. Mata daun dan
mata sisik terletak agak jauh dari bekas kaki daun yang telah gugur dan mata
bunga terletak berdekatan dengan bekas kaki daun yang telah gugur.
Perisai dan Jiwa
Perisai adalah kulit kayu tempat mata tunas di bagian tersebut.
Sementara itu, jiwa adalah bagaian dalam dari mata tunas, berupa sebuah bintil
dan merupakan inti dari mata tunas. Karena merupakan inti mata tunas, jika jiwa
ini rusak atau terkena kotoran bisa mengakibatkan kegiatan okulasi tidak akan
berhasil.
E.
Hama Dan Penyakit
Jenis
hama yang menyerang Tanaman
Hama yang di
sebabkan oleh jenis-jenis Mamalia ;
Beebagai
jenis kera, sering kali menimbulkan kerusakan dengan cara memakan pecuk dan
buah sambil mematahkan ranting-ranting tanaman.
Babi hutan,
rusa, dan Gajah sering menimbulkan kerusakan serius pada lahan karet yang
berbatasan dengan hutan.
Hama yang
disebabkan oleh serangga;
Rayap, hama
ini merusak tanaman karet terutama bila tanaman tersebut terdapat bagian kayu
yang terbuka misalnya pada tanaman bibit okulasi. Rayap dapat merusak pada
perakaran, tetapi juga sampai pada tunggul atau batang dengan membuat
“Lorong-lorong” didalam atau dikulit batang.
Jenis-jenis
Penyakit
Penyakit akar yang penting ;
Penyakit cendawan akar putih, penyakit ini merupakan salah satu gangguan terpenting bagi tanaman
karet remaja pada waktu sebelum disadap. Serangan ini biasanya adri mulai
tampak menjelangan umur 2 tahun sejak penanaman dan sering berjangkit sampai pada
umur 4-5 tahun. Makin tua tanaman, umumnya makin tahan terhadap penyakit ini.
Tanda-tanda tanaman karet yang di serang penyakit ini meliputi :
Tingkat permulaan, Daun nya menjadi kusam tidak mengkilap dan agak
menggulung keatas. Tanda-tanda khas ini dapat terlihat jelas bila dalam
pengamatan kita membelakangi matahari. Akar-akar lateral dan sebagian akar
tunggang serta leher akan terserang secara ringan. Pada tingkat pelukaan akar
barulah terdapat benang-benang cendawan yang bewarna putih ke kuning-kuningan.
Tingkat kritis, Daun-daunnya layu dan mulai menguning benang-benang
cendawan ini sudah mulai menembus kulit akar yang mmengakibatkan pembusukan
setempat pada kulit akar masih bisa ditolong dengan pengobatan intensif.
Tingkat lanjut, Daun-daunnya mengering dan tetap menggantung pada pohon
demikian pula ranting-ranting dan cabang-cabang mulai mengering. Daunnya
kemudian mulai berguguran dan akhirnya mati.
Penyakit cendawan akar merah, penyakit ini sama berbahaya dengan penyakit cendawan akar putih,
terutama yang ditanam pada tanah yang sangat kering. Akan tetapi, pada umumnya
penyakit ini menjalarnya lebih lambat. Serangan nya hanya pada lingkungan
setempat saja dan pada waktu tertentu,terutama terjadi pada tanaman yang telah
tua.
Tanda-tanda tanaman karet terserang penyakit ini :
Menular melalui kontak akar-akar membuat benang-benang cendawan agak
pendek sehingga membentuk jaring miselia yang dapat menutupi perakaran akar.
Penyakit Pada Batang atau Bidang Sadap ;
Penyakit kanker garis, penyebabnya
adalah cendawan phytophthora Palmivora.
Penyakit ini menyebabkan penyadapan berikutnya menjadi sangat sulit dilakukan
karena terjadi pembenjolan cekungan pada bidabng sadap lama. Pada bidang sadap
yang dekat dengan permukaan tanah, penyakit inipun sering ditemui dan
penyebarannya dapat dengan mudah dibantu dengan pisau sadap.
Penyakit Mouldy Rot, penyebabnya
adalah Cendawan Ceratocystis Fimbriata.
Penularannya melalui pisau sadap, serangga, atau kadang-kadang percikan air
hujan. Serangan penyakit ini terjadi pada musim hujan, lahan yang rimbun dan
tidak tembus sinar matahari pada musim hujan merupakan kondisi yang baik untuk
perkembangan penyakit ini.
Penyakit Kulit Coklat, penyakit ini
bukan disebabkan oleh serangan cendawan atau bakteri, tetapi disebabkan oleh
penyadapan yang terlalu sering dilakuakan apalagi disertai dengan penggunaan
bahan perangsang.
Penyakit Pada Daun Tanaman Karet ;
Penyakit Gugur Daun Gloes Ponum, disebabkan oleh Cendawan Colleto
Tri Chum Gloes Prioedes. Penyakit ini menular pada tanaman lain dengan
perantaran keadaan cuaca.
Penyakit Gugur Daun Cory Hespora, penyebabnya adalah Corinespora
Cassiloca. Jamur ini mempunyai benang-benang ifa berwarna hitam pucat dan
menghasilkan spora pada bercak atau bagian yang hijau. Benang-benang hifa jamur dan sporanya kurang jelas pada
permukaan daun. Penyakit corynespora ini termasuk penyakit daun yang
mengakibatkan pengguguran sepanjang tahu. Penyakit ini dapat menyerang tanaman
dipembibitan dan dikebun okulasi. Serangaan yang paling hebat terjadi disaat
cuaca agak lembab dengan curah hujan ringan yang terus-menerus.
F.
Permasalahan
Berdasarkan
uraian pada latar belakang penelitian, maka didapatlah beberapa permasalahan
yang terdapat dalam Budi Daya Tanaman
Karet yaitu :
1. Siapa saja
pihak-pihak yang terlibat dalam tata niaga karet ?
2. Bagaimana
dampak dari diperkenalkannya tanaman karet pada pasar Dunia ?
3. Bagaimana sambutan rakyat Indonesia mengenai perkebunan
karet yang banyak diminati rakyat negara-nagara lain ?
4. Apa yang
membuat merosotnya harga karet ?
5. Bagaimana
seharusnya usaha pemerintah untuk tetap menjaga kesetabilan harga karet ,dan
upaya apa saja yang dapat dilakukan oleh rakyat maupun perusahaan agar tanaman
karet tetap menjadi penujang perekonomian rakyat indonesia ?
G.
Pemecahan Masalah
Dari
masalah-masalah yang didapat ,maka peneliti menemukan pemecahan masalah yang
berdasarkan hasil penelitian :
1.
Pihak-pihak yang terlibat dalam tata niaga
karet selain petani juga pedagang perantara koperasi unit desa (KUD), rumah
asap,pabrik pengolahan milik swasta, perusahaan transprotasi, asoisasi
pemasara, bursa karet, eksportir, dan konsumen. Jalur tata niaga karet di bagi
menjadi dua macam, yaitu jalur tata niaga tahap satu dan tahap kedua.
Jalur tata niaga karet tahap satu adalah
pengumpulan karet produksi perkebunan rakyat ke bahan olah karet rakyat. Jalur
tata niaga karet tahap satu dimulai dari petani yang menjual karet beku, seperti
slab dan sheet angin kepada pedagang perantara, tempat pelelangan, atau KUD.
Para pembeli ini selanjut nya menjual karet beku kepabrik remmiling atau pabrik
karet remah.
Jalur tataniaga karet tahap dua yang
merupakan kelanjutan dari jalur tata niaga tahap satu dimulai dari pabrik
pengolahan lateks perkebunan besar setelah itu dibeli pihak swasta atau PT
Perkebunan Nusantara (PTPN). Pihak swasta umumnya langsung menjual ke konsumen
dalam negeri,sedangkan PTPN mengekspor nya ke Luar Negeri melalui beberapa
tahap.
2.
Produktivitas tananaman karet alam indonesia
pada awal dekade 1990-an hanya bekisar 500 kg/ha/tahun sedangkan yang menduduki
tingkat teratas adalah Malaysia yaitu
1.000 kg/ha/tahun,dan dibawah Malaysia diduduki Thailand yang 750 kg/thn.
Meskipun luas areal karet di Indonesia lebih besar dibandingkan ke-2 Negara
tersebut ,total produksinya lebih rendah. faktor yang menyebabkan produktifitas
karet Indonesia menurun adalah karena penanganannya yang belum memenuhi syarat.
Disamping itu, sistem penyadapan yang belum sepenuhnya dipahami oleh petani
karet juga menjadi penyebab rendahnya produktivitas karet yang diusahakan
rakyat.
3.
Sejak tahun 1839 karet menjadi primadona
perkebunan di beberapa negara tropis. Pada saat itu pula produksi karet
meningkat dan harganya juga tinggi dipasaran. Karena karet banyak digunakan
dalam kehidupan sehari-hari dan industri maka permintaan karet melonjak dipasar
Dunia. Usai Perang Dunia II, ketika negara-negara industri mulai berbenah dari
puing-puing perperangan dan membangun perekonomiannya, kebutuhan karet dunia
kembali naik. Bahkan di Indonesia berkebun karet merupakan pekerjaan yang
dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tanaman karet pun yang dulu nya tidak
diketahui banyak di negara-negara dunia, kini menjadi sebuah keharusan
dibeberapa negara untuk menanam tanaman karet di wilayahnya.
4.
Kegairahan rakyat indonesia menanam karet
semakin menjadi-jadi setelah depresi ekonomi Dunia berakhir dan harga karet
melonjak. Pemerintah belanda yang berkuasa pada saat itu tidak membuat requlasi
apapun yang berkaitan dengan tanaman karet oleh rakyat , sehingga luas areal di
Indonesia, terutama di Pulau Sumatara, menjadi tak terkendali. Dengan areal
perkebunan karet terluas di Dunia, Indonesia bersama dua negara Asia Tenggara
lainnya, yaitu Malaysia dan Thailand, sejak dekade 1920-an sampai sekarang
merupakan pemasok utama karet Dunia.
Puncak kejayaan karet Indonesia terjadi antara tahun 1926 sampai menjelang
perang Dunia ll. Ketika itu Indonesia merupakan pemasok karet alam terkemuka
dipasar Internasional.
5.
Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang
memperhatikan kehidupan rakyat nya. Pepatah itu memeng benar, masyarakt tidak
akan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya tampa campur tangan dari pemerintah.
Nah, kaitannya dengan tanaman karet adalah pemerintah harus bisa menjaga
keseimbangan harga penawaran dan permintaan karet, karena tanaman karet
termasuk hasil perkebunan yang tergolong besar. Penduduk Indonesia yang bermata
pencahariannya petani mencapai 61,0% ,bisa anda bayangkan berapa persentase
penduduk yang bertani karet. Namun sayang, sekarang kedudukan tanaman karet telah
digeser dengan tanamaman sawit, memang secara ekonomi tanaman sawit sangat
menguntungkan tetapi secara ekologi tanaman sawit sangat merugikan lingkungan dibandingkan
dengan tanaman karet, karena ketidak mampuan akar tanaman sawit dalam menampung
air, erosi, dan curahan hujan yang berlebihan. Adapun hal-hal yang dapat di
lakukan pemerintah dan masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian tanaman karet
:
Pemerintah :
Membatasi
perluasan tanaman kelapa sawit yang berlebihan karena akan mengancam kehidupan
masyarakat sekitar dan menyumbang terjadinya golbal warnning.
Mengadakan
penyuluhan penting tentang tanaman karet bahwa sesungguhnya tamanan karet dan
tanaman kelapa sawit, dalam bidang ekonomi sama-sama bisa memberi keuntungan.
Membuka
lahan karet dan melakukan perawatan yang intensif terhadap bibit tanaman karet
sehingga teknik budi daya dan pengolahannya yang kurang baik sebelumnya bisa
diperbaiki.
Tetap
menjaga mutu dan kualitas produktivitas tanaman karet agar indonesia sebagai
produsen karet utama Dunia baik dala volume dan kualitas tetap bisa diraih
kembali.
H.
Tujuan
Penelitian
1.
Untuk Sekolah
Sebagai bahan
penanaman tentang nilai-nilai Ekonomi dan Ekologi tanaman karet.
Sebagai
2. Untuk Guru
Sebagai tambahan pembelajaran tentang teori
tanaman karet sehingga menjadi bahan yang pantas dan layak untuk
diperbincangkan.
3.
Untuk Siswa
Menambah wawasan dan pencarian dari pokok
permasalahn tentang tanamn karet yang belum bisa dipecahkan.
I.
Manfaat
Penelitian
1.
Bagi Sekolah
Untuk sebagai wadah penyaluran rasa penasaran
guru dan siswa-siswi mengenai tanaman karet.
Untuk menjadi bahan informasi atau masukan
bagi seluruh guru maupun siswa-siswi sehingga ditemukanlah potensi-potensi yang
ada pada siswa yang dapat diperlombakan.
2. Untuk Guru
Menambah wawasan guru tentang tanaman karet
sehingga apa yang guru dapatkan bisa disalurkan pada siswa-siswi dan menjadi
objek pembelajaran sebagai tambahan nilai.
3. Bagi Siswa
Sebagai persiapan apabila keadaan tidak
memungkinkan nya menjadi seorang pegawai tetapi menjadi seorang petani karet
sehingga siswa tersebut sudah menguasi pengatahuan-pengatahuan tentang tanaman
karet meskipun tidak semuanya.
J.
Kajian
Pusaka
1.
Untuk Sekolah
Membantu menumbuhkan kualitas-kualitas
siswa-siswa, karena didalam pembuatan makalah ini banyak sekali memerlukan
berbagai penelitian sehingga siswa-siswi itu dengan langsung mengadakan
penelitian kelapangan untuk mempermudah mencari informasi tentang tanaman
karet.
2.
Untuk Guru
Para Guru bisa mencari tahu apakah
materi-materi tanaman karet yang terdapat pada buku-buku yang banyak beredar
sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya yang ada pada masyarakat.
3.
Untuk Siswa
Untuk penerapan ilmu pengetahuan yang
siswa-siswi dapatkan dari bangku SMA sehingga menjadi persiapan untuk menginjak
bangku perkuliahan kelak .
Bisa dijadikan contoh untuk adik-adik kelas
apabila mendapat tugas yang sama maupun yang tidak sama sehingga makalah ini
bisa dijadikn sebagai referensasi.
K.
Metode
Penelitian
1. Bentuk
penelitian
a. Keperpustakaan
Yaitu
penelitian yang dilakukan dengan cara membaca buku-buku dan mencari informasi-informasi
yang mempunyai kaitan dengan masalah tanaman karet. Buku-buku yang berisikan
tentang sejarah tanamn karet, pembibitan dan penyemaian tanaman karet,
pemeliharaan nya sampai dengan pemanenannya.
b.
Penelitian Lapangan
Yaitu dengan
mengadakan penelitian langsung kelapangan maksudnya dengan mengadakan wawancara
langsung pada para petani karet .
2. Analisis
data
a. Evaluasi
buku-buku terbitan tentang tanaman karet
Cara ini
digunakan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan tanaman karet yang diulas pada
buku yang di gunakan untuk memperoleh
informasi. Peneliti akan membandingkan buku yang satu dengan yang lain untuk
memperoleh kebenaran informasi.
b. Evaluasi
faktor-faktor
Dalam
evaluasi faktor-faktor masih banyak kelemahan-kelemahan dalam wirausaha tanaman
karet dan masih kurangnya peminat-peminat dalam membudidayakan tanaman karet
karena masyarakat lebih memilih untuk membudidayakan tanaman kelapa sawit