Social Icons

.

Selasa, 05 Januari 2016

Cerpen Terhipnotis Kenikamatan Dunia Teknologi


Assalamu'alaikum. udah lama ga ngepost nih hhe kali ini aku ngepost karyaku sendiri. ya ceritanya sih mungkin masih biasa-biasa aja maklum hhe baru belajar nulis cerpen. buat teman-teman yang suka baca cerpen, yuk silahkan baca dan jangan lupa baca Bismillah dulu yaaaa.
 
Terhipnotis Kenikamatan Dunia Teknologi


Di sabtu malam minggu dengan hujan gerimis yang tersisa dalam kegelapan malam dan angin yang setia mengikuti tiap tetesan yang jatuh dari langit. Suatu kejutan yang luar biasa datang dari senyum indah yang terukir di bibir ayah tercinta bersama motor merahnya dan ditumpangi kotak-kotak besar berjas plastik hitam jumbo. Sebuah benda yang ku inginkan namun tidak juga memaksakan kedua orangtuaku untuk membelikannya untukku. Ya, sebuah laptop dan printer untukku. Suatu kejutan yang tidak ku duga, kedua orangtuaku menambah fasilitas yang kubutuhkan di bangku SMA. Aku tidak lagi repot-repot mengunjungi warnet-warnet yang jaraknya memakan waktu sekitar 5-10 menit, belum lagi harus berebut tempat. Aku tidak lagi harus repot-repot mengunjungi toko yang menyediakan jasa printing dan fotokopi apalagi di waktu malam hari.
“Assalamu’alaikum”. Ujar ayahku malam itu.
“wa’alaikumsalam. Loh Yon datangnya tiba-tiba, lagi hujan angin juga. Ayo masuk”. Bude pemilik rumah yang ku tempati selama sekolah di SMA mempersilahkan ayahku masuk ke dalam rumah.
Ayahku mengukir senyum indahnya lagi dengan mangangkat kotak-kotak besar di atas motornya. Yaa aku hanya bertanya saja sambil membantu mengangkat kotak-kotak tersebut.
“ini apa yah? Kok datangnya ga bilang-bilang? Kan lagi hujan”. Aku bertanya dengan senyuman.
“ini laptop sama print untuk keperluan kamu sekolah” ujar ayahku.
Jelas saja aku kaget dan bahagia saat itu sehingga membuatku lupa sakitnya ayahku mencari dana untuk membeli fasilitas ini serta dinginnya ayahku melawan hujan dan angin serta panas selama diperjalanan. Kira-kira perjalanan yang ditempuh ayahku mencapai 7-9 jam perjalanan.
Lalu ku buatkan teh hangat untuk ayahku yang sedang duduk santai di kursi ruang tamu. Lelah yang ayahku rasa tak ia perlihatkan di depanku. Aku mau saja di tipu ketika ayahku mengatakan bahwa ia tidak apa-apa, merasakan panas dan terguyur hujan itu hal yang biasa baginya.
Detik, menit, jam telah berganti namun, jari-jari tanganku masih mencicipi laptop dan printer baru. Berbagai fitur ku coba-coba sampai aku lupa untuk memejamkan mataku walau sebentar. Hingga sampai waktu subuh tiba, aku justru sedang dibuai mimpi hingga tak mengerjakan kewajibanku.
Terik matahari telah memasuki ruang-ruang di kamarku membuatku terbangun dan mengusap mata ini. Ku pandang laptop yang berada di depanku, masih utuh dengan kondisi menyala.
“tok... tokk, yan bangun yan..” rupanya ayahku membangunkanku.
“iya yah” jawabku.
Ku buka pintu kamar dan menuju kamar mandi mencari segayung air untuk membasuh muka ku yang telah di buai mimpi selama 2 jam.
“ayah mau pulang, bangunnya jangan siang lagi. Kalau sekolah gimana? Kalau hidup sendiri gimana? Belajar mandiri”. Kata ayahku yang sedang duduk di depanku.
“iya ayah. Kok ayah cuma sebentar di sininya? Nantilah yah pulangnya”. Dengan nada manjaku.
“ayah mau cepat pulang. Mamamu udah nunggu di rumah. Ya udah ayah pulang sekarang. Belajar yang rajin, jangan banyak main”. Pesan ayahku ketika beranjak keluar dari rumah bude.
“he’eh yah..” sambil mencium tangan ayah.
“Assalamu’alaikum” ayahku pamit dan kemudian lama-kelamaan tak terlihat lagi daru rumah bude.
Begitu ayahku pulang, telpon yang ku pegang berdering dan ku lihat satu nama yang berarti dalam hidupku, Mama.
“Hallo, Assalamu’alaikum ma. Ada apa ma? Tanyaku dalam telepon.
“Wa’alaikumsalam. Bapak udah ngantar laptop sama printmu yan?” tanya mama.
“udah ma, barusan bapak pulang” jawabku.
“oh iya syukur. Di jaga yang bener. Jangan dibawa kemana-mana dipakai di rumah jak, ga usah pamer sama temen-temenmu, ga usah di bawa main”. Kata mamaku.
“iya ma.” Ucapku.
“ya udah, belajar yang bener, jangan banyak main. Assalamu’alaikum”. Pesan mama lagi.
“iya ma. Wa’alaikumsalam”. Jawabku.
Hari senin, aku kembali ke sekolah dengan wajah yang gembira, ceria, dan menebar senyuman manis kepada siapapun yang berada di sekolah. Mungkin sesuatu yang mengherankan di mata teman-temanku. Aku biasanya sedikit diam tapi kalau senyum tetap gak mengherankan, karena itu sudah bagian dari hari-hariku.
Kehidupan ku jalani seperti biasanya, tidak ada masalah yang begitu berat ku alami hingga di hari rabu, entah apa yang menimpa ku kini, naas kah, sial kah, atau ini suatu peringatan dari-Nya.
Hari itu aku di ajak temanku main ke kosnya. Nama temanku Indah. Sampai di kosnya masih biasa-biasa aja, aku justru mendapatkan kenalan baru serta bertemu dengan teman lama ku waktu SMP, namanya Bondhan. Kemudian indah mengajakku untuk membeli sesuatu di pasar. Ya aku sih ikut-ikut aja.
“yan, ke pasar yuk. Temenin beli sesuatu” kata Indah.
“yuk lah”aku iya-iya aja. “bon nitip tas aku ya”. Ujarku kepada bondhan.
“iya tenang ja aku jagain”. jawab bondhan.
Setelah mendapatkan apa yamg Indah cari, aku balik lagi ke kos dengan Indah. Sesampainya di kos raut wajah bondhan berubah 90derajat dari sebelum aku pergi. Tentu saja aku heran.
“kenapa bon?” aku memberanikan diri untuk bertanya.
“yan laptopmu kena tumpahan minyak kayu putih, tadi aku ambil dari tasm terus ku letak di meja kamarku”. Ujar bondhan.
Aku kaget bukan main. Laptop yang baru ayahku belikan akankah rusak? Aku takut mama ku memarahiku, aku takut ayahku kecewa, aku takut kedua orangtuaku hilang kepercayaan terhadapku. Seketika pikiranku menjadi tak menentu, senyum puas setelah jalan-jalan hilang dengan begitu cepat tergantikan oleh raut wajah bagai baju yang kusut seminggu tidak di setrika.
Langsung ku ambil laptopku dan ku cek rusak atau tidaknya laptopku. Dan ternyata saat ku nyalakan, ada garis-garis bayang yang cantik di layar laptop. Laptop tidak mati tapi penampakan layarnya sudah tidak sesempurna layar laptop pada umumnya.
Sesampai di rumah aku merenungi kejadian ini. Ku ingat-ingat lagi pesan mama dan ayahku. Ternyata aku telah lalai menjalankan amanah kedua orangtuaku serta tidak menjalankan kewajibanku sebagai umat muslim yang sehingga membuat Allah SWT memberiku peringatan. Aku hanya dapat menyesali semua ini dan mencoba menerima apa yang telah terjadi. Aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi. 

Karya: Cahya Alfiyani
 
 nah gimana cerpennya? jangan lupa komentarnya ya :) 
sekian dulu yaaaaa. tunggu yang selanjutnyaaaa ;)

Kamis, 04 April 2013

Budidaya tanaman karet


A.           Sejarah Tanaman Karet

Bangsa Amerika asli adalah orang-orang yang pertama kali diketahui memamfaatkan karet dalam kehidupan sehari-hari. Getah karet mereka ambil dengan cara menebang karet yang hidup liar dihutan. Hasil getah tersebut diolah menjadi bola,alat-alat permainan,alas kaki,dan wadah minuman. Michele Dequeno adalah orang yang pertama kali memperkenalkan   tanaman karet melalui laporan nya . Hasil laporannya dipublikasikan oleh pendatang Eropa pada 18 tahun kemudian. Para ahli pun tertarik untuk mengatahui unsur-unsur apa saja yang terdapat pada getah tersebut. Hasil penelitian menujukan ada 3 unsur yaitu; unsur susu,unsur  lilin,serta bahan ringan dan bening.
Pada   abad ke-18 terbitlah buku propensif tentang tanaman karet yang dikarang oleh Ilmuan yang bernama Antonia Erera isinya berupa pemahan yang lebih mendalam mengeni tanaman karet. Selanjutnya pada tahun 1735 sekelompok tim akedemi Rovale De Jcies dari Prancis melakukan penelitian tentang tanaman karet yang banyak tumbuh diwilayah itu. Pada ekspedisi Peru baru berhasil diketahui lebih banyak tentang tanaman yang selanjutnya disebut Havea atau karet. Di bantu penduduk setempat mereka menyelusuroi wilayah-wilayah yang merupakn tempat tanaman ini tumbuh. Ekspedisi ini pula berhasil ditemukan cara yang lebih efektif untuk memperoleh getah –getah ,yaitu dengan cara melukai  atau menggores kulit batangnya. Penduduk setempat pun mulai menerapkan cara ini dan tidak perlu menebang batang pohon untuk mendapatkan getahnya.

Hasil peru dituangkan dalam bentuk buku oleh Fresnau pada tahun 1749 dengan menyebut nama hevea dan di lengkapi gambar tanamn karet. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang tanaman hevea ini di mulai lah ere baru pemamfaatan karet menjadi barang-barang untuk keperluan sehari-hari. Bangsa Eropa mengembangkan pemamfatan karet menjadi lebih beragam dari pakaian tahan air,penutup perabot agar kedap air,botolkaret,penghapus,dan peralatan lainnya. Sifat-sifat kimia dan fisika karet pun semakin dipahami,sehingga penggunaannya semakin massal dan mulai ke industrisasi. Furcroy pada tahun 1791 menemukan cara untuk mngangkut lateks,kemudian duet Cought dan Joule pada tahun 1819 menemukan sifat kekenyaln karet dan Faraday menemukan sifat tidak meneruskan arus listrik pada benda ini. Tahun 1825 terbitlah buku pertama tentang tanamn karet yang untuk pertama kalinya pula disebutkan nama ilimiahnya ,yaitu Hevea Brasiliensis karena tanaman ini  berasal dari Brasil tepatnya wilayah sekitar Amazon.
Sejak tahun 1839 karet menjadi Primadona Perkebunan di negara-negara tropis. Pada tahun yang sama Charles Goodyear dan Aleksander Parkes menemukan vulkanisasi karet dengan cara  menyampurkannya dengan belerang pada suhu 120-130  C. 1888 Dunlop membuat ban mobil yang selanjutnya dikembangakn oleh Goldrich. Eduard Michelin menemukan cara membuat ban angin yaitu ban yang berongga didalamnya berisi angin yang lebih dikenal dengan nama ban Fulkanisir. Thomas Hancock pada tahun 1875 mendirikan pabrik khusus begerak dalam bidang karet dan merupakan pabrik yang pertama di negara-nagara Amerika tropis. Pada tahun 1860 dimulailah pengembangan karet di Asia. Pada tahun tersebut Markham diutus oleh The Royal Botanic di London pergi ke Amerika Selatan untuk mengumpulkan biji-biji karet yang akan dikembangakan di Asia. Lembaga tersebut juga mengutus HA Wickham untuk mengumpulkan biji-biji karet dari Brazil . biji yang didapatkan oleh kedua orang tersebut disemai di India dan Srilanka.
Perusahaan yang merupakan perintis perkebunan karet secara besar-besaran di Asia Tenggara adalah The North Borneo Trading Company pada tahun 1898 yang menyediakan dan mendistribusikan biji-biji karet kebeberapa negara di Asia Tenggara. Tahun 1864 karet pertama kalinya dikenalkan di Indonesia dan awalnya di tanam di Kebun Raya Bogor sebagai tanaman koleksi. yang senjutnya diujicobakan di Pamanukan dan Ciasem (jawa Barat) jenisnya adalah Spesies Ficuselastica(karet rembung) dan pada tahun 1902 di Sumatera bagian Timur jenisnya Hevea Brasiliensis serta pada tahun 1906 di jawa. Perusahaan asing pertama yang menanam karet dan mengelola nya secara komersial di indonesia adalah Harrison and Cross Selafield Company yang sebelumnya telah membuka perkebunan serupa di Malaysia. Dan disusul Sociente Financieredes Caoutchoues dari Belgia pada tahun 1909 dan perusahan patungan Belanda-Amerika Serikat bernama Holland Amerikaanse plantage Maatschappij pada tahun 1910-1911.
Pada zaman Hindia-Belanda di perkebunan dan pabrik karet para buruh yang sebagian besar didatangkan dari pulau jawa dieksploitasi tenaganya secara berlebihan,sedangkan keuntunganbperkebunan sepenuhnya dinikmati para pemilik modal. Kegairahan rakyat menanam karet semakin menjadi-jadi setelah depresi ekonomi berakhir dan harga karet melonjak. Di buatlah peraturan Internasional yaitu IRRA (International Rubber Requlation Areement) Usai Perang Dunia II,kebutuhan karet dunia kembali naik,sehingga memberi kesempatan bagi Indonesia yang sudah Merdeka mengisi kebutuhan tersebut. Yang mengatur volume produksi dan ekspor karet terkemuka dunia.

B.            Mengenal Karet

A.        Karet alam
Jenis-jenis Karet Alam :
1.      Bahan olah karet
Bahan olah karet adalah lateks kebun dan gumpalan lateks kebun yang didapat dari penyadapan pohon karet Hevea brasiliensis. Ada 4 jenis Bahan olah karet rakyat :
a.       Lateks kebun adalah getah yang didapat darikegiatan menyadap karet.
b.      Sheet Angin merupakan lateks kebunyang telah di saring dan digumpalkan dengan asam semut.
c.       Slab Tipis yaitu bahan olah karet yang terbuat dari lateks yang telah digumpal dengan asam semut.
d.      Lump segar ialah lateks kebun yang terjadi secara alamiah dalam mangkung penampung.

2.      Karet Alam Konvensional
Karet alam konvensional hanya terdiri dari golongan karet sheet dan crepe. Jenis-jenis karet Konvensional adalah sebagai berikut:
a.    Ribded Smoked Sheet :X RSS,RSS 1,RSS 2,RSS3,RSS 4 RSS 5
b.        White Crepe Pale Crepe :No.1 X Thin White Crepe,No.1 X Thick Pale Crepe dan No.1 X Thin Pale Crepe,No 2 Thick pale Crepe dan no.2 X Thin Pale crepe,
c.         Estate Brown Crepe ; No 1 Thick Brown Crepe, No 1 Thin Brown Crepe, No 2 Thick Brown Crepe, No 2 Thin Brown Crepe, No 3 Thick Brown Crepe, No 3 Thin Brown Crepe.
d.        Compo Crepe ; No 1 Compo, No 2 Compo, No 3 Compo.
e.         Thin Brown Crepe Remills ; No 1 Thin Brown Crepe Remills, No 2 Thin Brown Crepe Remills, No 3 Thin Brown Crepe Remills, no 4 Thin Brown CrepeRemills.
f.          Thick Blanket Crepe Ambers ; No 2 Thick Blanket Crepe Ambers, No 3 Thick Blanket Crepe Ambers, No 4 Thick Blangket crepe Ambers.
g.         Flat Brak Crepe.
h.        Pure Samoked Blanket crepe
i.           Off Crepe
Semua jenis karet RSS yang memiliki mutu nomor satu disebut dengan X RSS ,merupakan karet yang benar-benar bersih ,kering,kuat,bagus,dan benar-benar setiap bagian mendapat pengasapan sempurna. Perbedaan RSS 3 dari keles-kelas di atasnya adalah diperbolehkannya terdapat cacat warna, gelembung udara sebesar tiga kali kepala jarum pentul, atau noda-noda dari permukaan kulit tanaman karet. Bahan thin brown crepe remills sama dengan bahan brown crepe lainya, tetapi masih digiling lagi ,sehingga didapatkan crepe dengan ketebalan sesuai dengan yang dikehendaki. Thick blanket crepe ambers adalah  crepe blanket yang tebal dengan warna cokelat, dan terbuat dari slab basah, sheet tampa pengasapan, lump,dan scrap dari perkebunan besar atau kebun rakyat yang baik mutunya. Flat bark crepe adalah karet tanah atau earth rubber, yakni crepe yang dihasilkan dari scrap karet alam yang belum diolah, termasuk scrap tanah yang berwarna hitam.
3.      Lateks pekat
Lateks pekat berbeda dengan jenis karet lain yang berbentuk lembaran atau bongkahan,lateks pekat berbentuk cairan pekat . pemerosesan bahan baku menjadi lateks pekat bisa melalui pendadihan (creamed latex) atau pemusingan (centrifuged latex). Lateks pekat ini biasanya merupakan barang-barang yang tipis dan bermutu tinggi.

4.      Karet Bongkah
Karet bongkah merupakan karet yang berasal dari karet remah yang dikeringkan dan dikilang menjai bendela-bendela dengan ukuran yang telah ditentukan. Standar mutu karet bongkah agak berbeda antara negara produsen yang satu dengan negara produsen yang lainya.

5.      Karet Spesifikasi Teknis
Karet spesifikasi dibuat secara khusus dan penilaiannya berdasarkan aspek visual. Karet spesifikasi dikemas dalam bongkah-bongkah kecil dengan berat dan ukuran seragam.

6.      Tyre Rubber
Karet ini merupakan karet setengah jadi, sehingga bisa langsung di gunakan oleh konsumen,seperti untuk membuat ban atau barang-barang lain. Tujuan pembuatan karet ini adalah meningkatkan daya saing karet alam terhadap karet sitetis.

7.      Karet reklim
Karet reklim adalah karet yang didaur ulang dari karet yang telah diolah,digunakan,dan tidak dipaki lagi seperti ban mobil. Karet reklim memiliki kelebihan yaitu daya lekatnya bagus,kokoh,tahan lama dalam pemakaian,serta tahan terhadap bensin dan minyak pelumas. Kelemahannya, kurang kenyal dan kurang tahan terhadap gesekan.
Karet Alam memiliki manfaat diantaranya sebagai pembuat ban dalam(mobil,sepeda,motor,dan pesawat),pembuatan peralatan yang kuat dan kendap air,pembuatan(penghapus,sepatu,kabel,dan getah gelang),karet alam juga digunakan dalam industri seperti(tali kipas mesin,sambunagan pipa minyak ,sabuk pengangkut didalam tambang batu bara,dan penahan getaran jembatan). Selain itu karet alam juga dimanfaatkan dalam peternakan-peternakan besar yaitu untuuk mengalasi lantai kandang karena mudah dubersihkan untuk menjamin kesehatan penghuninya.
Karet memiliki Morfologi ;Daun karet terdiri dari tangkai utama sepanjang 3-20 cmdan tangkai anak daun sepanjang 3-10 cm dengan kelenjar diujungnya. Setiap daun karet biasanya terdiri dari 3 anak daun yang berbentuk elips memenjang dengan ujung runcing. Karet termasuk tanaman sempurna karena memiliki bunga jantan dan betina dalam satu pohon,terdapat dalam malai payung yang jarang . kepala putik yang merupakan organ kelamin  betina dalam posisi duduk berjumlah 3 buah. Organ kelamin njantan berbentuk tiang yang merupakan gabungan dar9i 10 benang sari. Buah karet dengan Diameter 3-5 cm, tebentuk dari penyerbukan bunga karet dan memiliki pembagian ruangan yang jelas,biasanya 3-6 ruang yang berbentuk bola.
Klasifikasi tanamn karet, sebagai berikut :
Divisi   : spermatophyta   
Subdivisi         : anggiospermae         
Kelas               : Dycotyleddonae  
Ordo               : Euphorbiales                      
Famili  : Euphorbiacae                     
Genus : Hevea                                  
Spesies           : Hevea brasiliensis
Klon adalah tanaman yang diperoleh dari hasil perbanyakan Vegitatif atau asepsual. Klon tanaman karet umumnya dilakukan melelui teknik okulasi yang didahuli dengan seleksi tanaman induk sebagai awal kegiatan pemuliaan tanaman karet. Klon tanaman karet dimaksudkan untuk memperoleh tanaman dengan sifat-sifat menguntungkan sebagai berikut :
a.         Produksi lateks tinggi sejak awal dan tetap konsisten selama umur produktif nya.
b.        Tahan terhadap hama dan penyakit.
c.         Kuat dan kokoh ,sehingga tidak mudah roboh oleh tiupan angin.
d.        Pohon tumbuh lurus keatas
e.         Cabang menyebar merata disekeliling.
f.          Kulit murni, halus, tebal, dan lekas pulih setelah disadap.

B.        Karet Sintetis
Jika karet alam dibuat dari getah pohon karet,karet sintetis atau karet karet buatan dibuat dari bahan baku minyak bumi. Karet sintetis pertama kali diproduksi setelah Perang Dunia ll berakhir, sebagai reaksi negara-negara industri yang menganggap kebutuhan karet tidak bisa terpenuhi dengan hanya mengandalkan karet alam. Hal ini disebabkan produksi karet alam sangat dipengaruhi oleh iklim dan kondisi alam lainnya. Sama dengan karet alam, karet sintetis juga terdiri dari beberapa jenis dengan sifat-sifat yang khas dari setiap jenisnya. Ada yang tahan terhadap panas, suhu tinggi, minyak, pengaruh udara, dan ada pula kendap air.

Jenis-jenis Karet Sintetis :
1.        Karet Sintetis untuk keguanaan Umum
Dinamakn untuk kegunaan umum karena dapat digunakan untuk bermacam-macam kebutuhan. Ada 4 jenis Karet untuk kegunaan Umum :
a.         SBR(Styrena Butadiene Rubber)
SBR merupakan karet sintetis yang banyak diproduksi dan digunakan. SBR memiliki ketahan kikis yang baik dengan kalor dan panas yang ditimbulkannya rendah.
b.        BR(Butadine Rubber)atau PR(Polybutadine Rubber)
BR memiliki daya lekat yang kurang di bandingkan dengan SBR sehingka penggunaannya harus dicampur dengan SBR atau karet Alam.
c.         IR atau Isoprene Rubber
Karet Sintetis karet ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan karet Alam yaitu sama-sama polimer isoprene. IR bahkan memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan Karet alam, yaitu bahannya lebih murni dan viskositasnya lebih mantap.

2.        Karet Sintetis untuk Keperluan Khusus
Karet Sintetis untuk kegunaan khusus berati kegunaannya tidak dimiliki oleh kegunaan umum,yakni tahan terhadap minyak, oksidasi, panas atau suhu tinggi,dan kendap terhadap gas. Beberapa karet untuk kegunaan Khusus diantaranya IIR (isobutene isoprene rubber), NBR (nytrile butadine rubber), CR (chloroprene rubber), dan EPR (ethylene propylene rubber).
Karet Sintetis memiliki manfaat diantaranya ; pembuatan pipa karet untuk minyak dan bensin, membran, seal, gasket, serta barang-barang lain yang banyak dipakai untuk peralatan kendaraan bermotor  atau industri gas. Karet Sintetis jenis CR karena kelibihannya tahan api maka dimanfaatkan untuk pembuatan pipa karet, pembungkus kabel, seal, dan sabuk pengangkut. Sedankan jenis IIR dikarenakan tahan terhadap gas maka IIR banyak dipergunakan dalam campuran pembuatan ban kendaraan bermotor, pembalut kawat listrik, serta pelapis tangki penyimpan minyak atau lemak. Secara garis besar manfaat karet dikehidupan manusia mencakup seluruh aspek  yaitu kesehatan, hiburan, transportasi, komuikasi, pendidikan, hingga industri.

C.             Syarat-Syarat Hidup Tanaman Karet

Sebagai tanaman yang berasal dari wiloayah Amerika Tropis, karet bisa tumbuh di Indonesia yang juga beriklim tropis. Meskipun demikian agar berproduksi secara maksimal karet membutuhkan kondisi-kondisi tertentu yang merupakan syarat hidupnya. Jika kondisi-kondisi tertentu tersebut tidak terpenuhi, tanaman karet bisa saja tetap tumbuh, tetapi pertumbuhannya lambat. Tanamn bisa menjadi kerdil dan kurus dengan percabangan banyak. Lebih buruk lagi, produksi lateksnya rendah sehingga secara ekonomis tidak menguntungkan. Meskipun dilakukan perawatan secara intensif, tetap saja produktivitasnya rendah.

Tanah ; Tanah dengan padas dibagian atas, yakni kurang dari dua meter dari permukaan , tidak baik untuk penanaman karet karena akar tanaman sulit menembus tanah untuk mendapatkan hara yang dibutuhkan. Namun, tanah yang berpadas dikedalaman lebih dari dua meter masih bisa digunakan untuk penanaman karet. Secara umum karet menghendaki tanah dengan stuktur ringan, sehingga mudah ditembus air. Meskipun demikian, tanah dengan kandungan pasir kuarsa tinggi kurang bagus untuk penanaman karet. Sementara itu,derajat keasaman atau pH tanah yang sesuai untuk tanaman karet adalh mendekati normal (4-9) dan untuk pertumbuhan optimalnya 5-6.  tanah yanag cocok untuk tanaman karet adalah sebagai berikut :
1.        Pada bagian atas tanah sebagian besar sudah mengalami pelapukan yaitu sekitar 100 cm atau lebih dan tidak terdapat berbatuan. Kemiringan tanah kurang dari 10%.
2.        Saluran airnya berjalan baik dengan kadar oksigen yang selalu tersedia didalam air.
3.        Ketahanan tanahnya bersifat mudah pecah dan rongganya dapat menahan air.
4.        Tekstur tanah terdiri lempung berpasir dan liat berpasir.  Ukuran dan susunan tanahnya terdiri dari 30% pasir dan 35% tanah liat
5.        Batuan di permukaan maupun di dalam tanah maksimal 15%. - pH tanah berkisar antara 4,3 – 5,0 , Drainase tanah sedang.

Iklim ; untuk daerah Kalimantan Barat ,klon yang dianjurkan untuk ditanam dalam skla besar disesuaikan dengan tipe iklim  pada tiap daerah adalah sebagai berikut :
1.        Iklim tipe A dengan Curah Hujan >200 mm/bukan selama lebih dari 9 bulan berturut-turut
2.        Iklim tipe B dengan Curah Hujan >200 mm/selama 7-9 bulan dalam setahun.
Contohnya : GTl Curah Hujan >200 mm/ selama 5-6 bulan 1 tahun(tipe B)

Curah Hujan ; curah hujan tahunan yang cocok untuk pertumbuhan tanamaan karet tidak kurang dari 2.000 mm/optimalnya antara 2.500-4.000 mm. Pembagian hujan dan waktu jatuh rata-rata setahunnyabakan mempengaruhi produksi tanaman karet. Daerah yang sering mengalami hujan pada pagi hari, produksi tanaman karetnya akan kurang.

Tinggi Tempat ; tanaman karet tumbuh optimal didataran rendah yaitu pada permukaan/ketinggian diatas 200 km DPL. Kontur tanah yang datar lebih baik dibandingkan dengan yang berbukit-bukit. Lahan datar selain memudahkan pemeliharaan dan penyadapan, juga mempelancar pengangkutan lateks. Untuk mempermudahkan pengairan, lahan penanaman karet sebaiknya dekat dengan sumber air,baik sungai maupun aliran air lainya.

D.            Pembibitan Karet
Untuk mendapatkan tanaman karet yang membuahkan hasil yang memuaskan, ada baiknya jikalau memperhatikan bibit yang digunakan. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan hanya bisa diperoleh dari klon unggul yang telah melewati uji coba dilaboratorium dan dianjurkan untuk memilih klon yang telah direkomendasikan sesuai dengan keadan lahan dan tipe iklimnya.

a.        Menyiapkan Batang Bawah
Menyiapkan batang bawah merupakan langkah pertama dalam kegiatan pembibitan karet.  Penyiapan batang bawah ini diambil dari biji tanaman karet, yang meliputi ;

Seleksi Biji :
 Untuk memastikan  daya kecambah biji tersebut bias dilihat dari kesegaran, ukuran, daya lenting, posisi saat direndam, dan warna belahannya. Biji karet memiliki daya kecambah baik adalah biji yang masih dalam keadaan segar. Artinya, baru jatuh dari pohonnya atau paling lambat empat hari seteleah jatuh.
Berdasarkan ukurannya, secara umum biji karet ukuran sedang memiliki daya kecambah paling baik dibandingkan dengan ukuran lainnya dan daya kecambah biji berukuran besar lebih baik daripada biji berukuran kecil. Melalui pengamatan, biji karet yang memiliki daya kecambah baik adalah yang berkulit luar mengilap.

Ukuran
Panjang
(cm)
Lebar
(cm)
Tebal
(cm)
Jumlah
(butir/Kg)
Berat
(gram/butir
Terkecil
1,733
1,545
1,393
508
1,650
Agak kecil
1,887
1,670
1,464
434
2,064
Kecil
1,978
1,733
1,536
410
2,231
Sedang
2.060
1,794
1,626
310
2,840
Besar
2,291
1,928
1,750
287
3,300

Berdasarkan daya lentingnya, biji yang dijatuhkan di ubin dan memantul berarti keadaannya cukup baik. Sebaliknya, jika tidak memantul keadaannya jelek.
Cara terakhir untuk mengetahui daya kecambah biji adalah melalui pembelahan. Pembelahan ini dilakukan dengan metode sample. Sekitar 100 biji karet dari 200 kg biji karet diambil secara acak dan kemudian dibelah menggunakan batu atau palu. Seteleh dibelah, ada 6 kriteria daya kecambah biji karet yang bias disimpulkan berdasarkan warna belahannya. Keenam criteria tersebut sebagai berikut.
1.        Belahan biji berwarna putih dinilai sangat baik.
2.        Belahan biji berwarna kekuningan dinilai baik.
3.        Belahan biji kekuningan agak kehijauan dinilai cukup baik.
4.        Belahan biji kekuningan berminyak dinilai jelek.
5.        Belahan biji kekuningan gelap dinilai rusak.
6.        Belahan biji kecoklatan hingga kehitaman dinilai busuk.


Pengecambahan
Biji yang telah diseleksi berdasarkan kemurnian klon dan daya kecambah dikecambahkan
Pengecambahan Menggunakan Peti Kayu
Ukuran peti kayu yang digunakan disesuaikan dengan jumlah biji karet yang akan dikecambahkan. Di dasar peti ditaburkan tanah halus sampai setengah tinggi peti, kemudian ditaburkan pula pasir halus sampai sekitar 25 cm dari permukaan peti
Biji-biji karet di benamkan sampai ¾ ukuran biji dengan perut biji terletak dibawah. Selanjutnya,dilakukan penyiraman secara teratur dua kali seharimenggunakan alat penyiraman berlubang halus atau gembor, sehingga pasir dalam keadaan lembap. Agar tidak dimakan tikus, peti ditutup dengan kawat kasa atau kawat anti nyamuk.

Pengecambahan di Lahan
Lokasi pengecambahan sebaiknya dipilih yang dekat dengan sumber air karena harus selalu lembap. Setelah itu, tanah dibersihkan dari batu-batuan, gulma, tunggul-tunggul kayu, sisa-sisa akar, dan kotoran lainnya sambil dicangkul sedalam 15 cm. selanjutnya dibuat bedengan dengan lebar 125 cm dan panjang sesuai dengan keadaan lahan. Kemudian pasir ditaburkan secara merata diatas permukaan bedengan.
Agar terhindar dari terpaan matahari dan guyuran hujan, bendengan harus diberi atap dengan tiang disebelah timur lebih tinggi dari pada tiang sebelah barat. Dengan perbedaan ketinggian seperti itu, pada pagi hari bedengan mendapat sinar matahari dan terlindung pada siang dan sore hari.

Penyemaian
Langkah selanjutnya setelah biji berkecambah adalah memindahkannya ke tempat persemaian. Biji yang sudah berkecambah harus segera dipindahkan ketempat persemaian untuk meningkatkan pertumbuhan. Pemindahan ini sebaiknya dilakukan secepat mungkin karena semakin cepat dipindahkan semakin baik, sebelum kecambah berdaun karena kecambah yang sudah berdaun akan cepat layu dan mati saat berada ditempat persemaian. Jangka waktu pemindahan sebelum kecambah berusia tiga minggu, karena apabila  lebih dari tiga minggu kecambah biasanya akan mudah lemah dan pertumbuhannya lambat. Kecambah biji karet memiliki akar tombak yang berbentuk lurus, bercabang, dan ada pula yang tepelintir. Bentuk lurus adalah bentuk akar tombak yang terbaik. Pencungkilan kecambah sebaiknya dengan hati-hati supaya akar tidak tersentuh, bengkok atau patah. Pengambilan dan pemindahan kecambah sebaiknya dilakukan saat matahari tidak bersinar terik, yakni pagi sebelum pukul 10.00 atau sore setelah pukul 16.00.
Hal-hal yang dilakukan sebelum penyemaian biji karet :
1.        Terlebih dahulu memasukan biji karet kedalam karung-karung yang bersih.
2.        Kemudian biji karet tersebut di rendam dalam air yang bersih dan dingin.
3.        Karung yang berisikakan biji karet diusahakan terendam seluruhnya dan bila perlu diberi beban berat diatasnya. Perendaman ini berlangsung selama 4 malam. Air nya harus di ganti agar serangan jasad reknik yang dapat merusak biji karet dapat diperkecil.
4.        Setelah perendaman selesai angkat karung yang berisi biji karet tersebut dan airnya dibiarkan menetes sampai kering.
5.        Kemudian biji karet tersebut dikeluarkan dari karung lalu di hamparkan di atas alas anyaman bambu dan di simpan diruangan yang peredaran udaranya baik (sejuk).

Penyemaian di Lahan : tanah yang telah dipilih selanjutnya dibersihkan dari berbatuan dan kotoran lainnya, kemudian dicangkul sedalam 50-70 cm dan di buat berbentuk bendengan-bendengan dengan lebar 12 m dan panjang 25 m. Diantara bendengan dibuat selokan-selokan primer dengan lebar 50 cm dan kedalamannya 40 cm, sekunder dengan lebar 30 cm dan kedalaman 25 cm. Kegiatan perawatan saat bibit berada di lahan meliputi penyiraman yang harus dilakukan secara rutin yaitu dua kali sehari tergantung pada kondisi lahan yang pasti lahan persemaian dalam keadaan lembab. Pemupukan dilakukan setelah bibit satubulan berada di lahan dan pupuk yang dianjurkan adalah pupuk yang memiliki kandungan hara makro lengkap seperti NPK sebanyak 10 gram/bibit . pemupukan dilakukan dengan cara memasukan pupuk kedalam lubang melingkar bejarak 7 cm dari bibit . 3 bulan selanjutnya pemupukan di berikan dengaan dosis 15 gram/bibit dan cukup ditaburkan saja. Penyiangan dilakukan dengan membrantas gulma yang tumbuh diantara bibit karena akan menjadi pesaing untuk tanaman utama. Hama yang mengganggu bibit adalah belalang yang memakan daun tanaman sehingga harus diberantas dengan penyemprotan insektisida Thiodan dengan dosis 1,5 ml/liter ,janga waktunya lima hari sekali.

Penyemaian Menggunakan Kantong Plastik : kantong plastik atau polibag yang digunakan untuk tempat penyemaian bibit karet sebaiknya berukuran 25 x 56 cm atau diperkirakan dapat menampung tanah 10 kg, namun sebelum tanah dimasuakan kedalamnya dasar plastik harus diberi lubang sebagai tempat keluarnya air siraman. Kantong-kantong plastik yang berisi media tanam harus diletakan dilokasi yan setiap pagi dan sore mendapat sinar matahari. Kantong plastik di letakan di dalam alur sedalam 20 cm ,setelah itu di timbun, sehingga yang muncul dilapangan hanya 5 cm. Jarak antarkantong plastik dalam barisan sekitar 20 cm dan antarbarisan 30 cm. Setiap dubaris kantong plastik dibuat jalan selebar 75 cm untuk kegiatan perawatan tanaman. Perawatan bibit karet didalam kantong plastik pada dasarnya sama dengan yang di lahan,yakni meliputi penyiraman, penyiangan,pemupukan, dan pembrantasan hama.

b.       Penyiapan Batang Atas
Untuk mudahkan kegiatan okulasi sebaiknya setiap perkebunan karet memiliki lahan khusus berisi klon-klon karet yang akan dijadikan sebagai batas atas.

Kayu Okulasi
Kayu okulasi bisa diambil dari pohon induk atau tanaman karet ditanam secara khusus untuk menghasilkan kayu okulasi. Untuk mendapatkan kayu okulasi dari pohon induk dalam jumlah besar bisa dilakukan dengan cara memotong ranting-ranting tanaman karet seukuran pergelangan tangan. Dalam waktu tidak terlalu lama akan muncul tunas-tunas baru. Tunas-tunas baru ini 1-2 tahun kemudian atau ketika kulitnya sudah bergabus bisa dijadikan  untuk kayu okulasi yang biasanya disebut dengan okulasi dahan. Kayu okulasi yang diambil dari kebun khusus, karena hanya dijadikan sebagai sumber batang atas, jarak tanam dilahan khusus ini bisa dibuat rapat yakni 50 x 100 cm atau 100 x 100 cm.

Mata Tunas
Mata tunas adalah bagian tanaman batang atas yang akan diolukasikan denagan batang bawah. Mata tunas ini setelah menyatu dengan batang bawah akan tumbuh menjadi batang tanaman karet. Mata tunas ini terdapat di sepanjang kayu okulasi, semakin muda kayu okulasi tersebut, semakin terlihat jelas mata tunasnya. Ada tiga jenis mata tunas pada tanaman karet, yaitu mata daun, mata sisik, dan mata bunga. Karenanya, yang dapat dipakai sebagai mata tunas hanya mata daun dan mata sisik. Ketiga jenis mata tunas ini memiliki bentuk yang hampair sama. Cara membedakannya adalah dengan melihat letaknya. Mata daun dan mata sisik terletak agak jauh dari bekas kaki daun yang telah gugur dan mata bunga terletak berdekatan dengan bekas kaki daun yang telah gugur.

Perisai dan Jiwa
Perisai adalah kulit kayu tempat mata tunas di bagian tersebut. Sementara itu, jiwa adalah bagaian dalam dari mata tunas, berupa sebuah bintil dan merupakan inti dari mata tunas. Karena merupakan inti mata tunas, jika jiwa ini rusak atau terkena kotoran bisa mengakibatkan kegiatan okulasi tidak akan berhasil.

E.             Hama Dan Penyakit

Jenis hama yang menyerang Tanaman
Hama yang di sebabkan oleh jenis-jenis Mamalia ;
Beebagai jenis kera, sering kali menimbulkan kerusakan dengan cara memakan pecuk dan buah sambil mematahkan ranting-ranting tanaman.
Babi hutan, rusa, dan Gajah sering menimbulkan kerusakan serius pada lahan karet yang berbatasan dengan hutan.

Hama yang disebabkan oleh serangga;
Rayap, hama ini merusak tanaman karet terutama bila tanaman tersebut terdapat bagian kayu yang terbuka misalnya pada tanaman bibit okulasi. Rayap dapat merusak pada perakaran, tetapi juga sampai pada tunggul atau batang dengan membuat “Lorong-lorong” didalam atau dikulit batang.

Jenis-jenis Penyakit
Penyakit akar yang penting ;
Penyakit cendawan akar putih, penyakit ini merupakan salah satu gangguan terpenting bagi tanaman karet remaja pada waktu sebelum disadap. Serangan ini biasanya adri mulai tampak menjelangan umur 2 tahun sejak penanaman dan sering berjangkit sampai pada umur 4-5 tahun. Makin tua tanaman, umumnya makin tahan terhadap penyakit ini.
Tanda-tanda tanaman karet yang di serang penyakit ini meliputi :
Tingkat permulaan, Daun nya menjadi kusam tidak mengkilap dan agak menggulung keatas. Tanda-tanda khas ini dapat terlihat jelas bila dalam pengamatan kita membelakangi matahari. Akar-akar lateral dan sebagian akar tunggang serta leher akan terserang secara ringan. Pada tingkat pelukaan akar barulah terdapat benang-benang cendawan yang bewarna putih ke kuning-kuningan.
Tingkat kritis, Daun-daunnya layu dan mulai menguning benang-benang cendawan ini sudah mulai menembus kulit akar yang mmengakibatkan pembusukan setempat pada kulit akar masih bisa ditolong dengan pengobatan intensif.
Tingkat lanjut, Daun-daunnya mengering dan tetap menggantung pada pohon demikian pula ranting-ranting dan cabang-cabang mulai mengering. Daunnya kemudian mulai berguguran dan akhirnya mati.
Penyakit cendawan akar merah, penyakit ini sama berbahaya dengan penyakit cendawan akar putih, terutama yang ditanam pada tanah yang sangat kering. Akan tetapi, pada umumnya penyakit ini menjalarnya lebih lambat. Serangan nya hanya pada lingkungan setempat saja dan pada waktu tertentu,terutama terjadi pada tanaman yang telah tua.
Tanda-tanda tanaman karet terserang penyakit ini :
Menular melalui kontak akar-akar membuat benang-benang cendawan agak pendek sehingga membentuk jaring miselia yang dapat menutupi perakaran akar.

Penyakit Pada Batang atau Bidang Sadap ;
Penyakit kanker garis, penyebabnya adalah cendawan phytophthora Palmivora. Penyakit ini menyebabkan penyadapan berikutnya menjadi sangat sulit dilakukan karena terjadi pembenjolan cekungan pada bidabng sadap lama. Pada bidang sadap yang dekat dengan permukaan tanah, penyakit inipun sering ditemui dan penyebarannya dapat dengan mudah dibantu dengan pisau sadap.
Penyakit Mouldy Rot, penyebabnya adalah Cendawan Ceratocystis Fimbriata. Penularannya melalui pisau sadap, serangga, atau kadang-kadang percikan air hujan. Serangan penyakit ini terjadi pada musim hujan, lahan yang rimbun dan tidak tembus sinar matahari pada musim hujan merupakan kondisi yang baik untuk perkembangan penyakit ini.
Penyakit Kulit Coklat, penyakit ini bukan disebabkan oleh serangan cendawan atau bakteri, tetapi disebabkan oleh penyadapan yang terlalu sering dilakuakan apalagi disertai dengan penggunaan bahan perangsang.



Penyakit Pada Daun Tanaman Karet ;
Penyakit Gugur Daun Gloes Ponum, disebabkan oleh Cendawan Colleto Tri Chum Gloes Prioedes. Penyakit ini menular pada tanaman lain dengan perantaran keadaan cuaca.
Penyakit Gugur Daun Cory Hespora, penyebabnya adalah Corinespora Cassiloca. Jamur ini mempunyai benang-benang ifa berwarna hitam pucat dan menghasilkan spora pada bercak atau bagian yang hijau. Benang-benang  hifa jamur dan sporanya kurang jelas pada permukaan daun. Penyakit corynespora ini termasuk penyakit daun yang mengakibatkan pengguguran sepanjang tahu. Penyakit ini dapat menyerang tanaman dipembibitan dan dikebun okulasi. Serangaan yang paling hebat terjadi disaat cuaca agak lembab dengan curah hujan ringan yang terus-menerus.



F.             Permasalahan
Berdasarkan uraian pada latar belakang penelitian, maka didapatlah beberapa permasalahan yang  terdapat dalam Budi Daya Tanaman Karet yaitu :
1.      Siapa saja pihak-pihak yang terlibat dalam tata niaga karet ?
2.      Bagaimana dampak dari diperkenalkannya tanaman karet pada pasar Dunia  ?
3.      Bagaimana  sambutan rakyat Indonesia mengenai perkebunan karet yang banyak diminati rakyat negara-nagara lain ?
4.      Apa yang membuat  merosotnya harga karet ?
5.      Bagaimana seharusnya usaha pemerintah untuk tetap menjaga kesetabilan harga karet ,dan upaya apa saja yang dapat dilakukan oleh rakyat maupun perusahaan agar tanaman karet tetap menjadi penujang perekonomian rakyat indonesia ?
G.            Pemecahan  Masalah
Dari masalah-masalah yang didapat ,maka peneliti menemukan pemecahan masalah yang berdasarkan hasil penelitian :
1.        Pihak-pihak yang terlibat dalam tata niaga karet selain petani juga pedagang perantara koperasi unit desa (KUD), rumah asap,pabrik pengolahan milik swasta, perusahaan transprotasi, asoisasi pemasara, bursa karet, eksportir, dan konsumen. Jalur tata niaga karet di bagi menjadi dua macam, yaitu jalur tata niaga tahap satu dan tahap kedua.
Jalur tata niaga karet tahap satu adalah pengumpulan karet produksi perkebunan rakyat ke bahan olah karet rakyat. Jalur tata niaga karet tahap satu dimulai dari petani yang menjual karet beku, seperti slab dan sheet angin kepada pedagang perantara, tempat pelelangan, atau KUD. Para pembeli ini selanjut nya menjual karet beku kepabrik remmiling atau pabrik karet remah.
Jalur tataniaga karet tahap dua yang merupakan kelanjutan dari jalur tata niaga tahap satu dimulai dari pabrik pengolahan lateks perkebunan besar setelah itu dibeli pihak swasta atau PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Pihak swasta umumnya langsung menjual ke konsumen dalam negeri,sedangkan PTPN mengekspor nya ke Luar Negeri melalui beberapa tahap.
2.        Produktivitas tananaman karet alam indonesia pada awal dekade 1990-an hanya bekisar 500 kg/ha/tahun sedangkan yang menduduki tingkat teratas adalah  Malaysia yaitu 1.000 kg/ha/tahun,dan dibawah Malaysia diduduki Thailand yang 750 kg/thn. Meskipun luas areal karet di Indonesia lebih besar dibandingkan ke-2 Negara tersebut ,total produksinya lebih rendah. faktor yang menyebabkan produktifitas karet Indonesia menurun adalah karena penanganannya yang belum memenuhi syarat. Disamping itu, sistem penyadapan yang belum sepenuhnya dipahami oleh petani karet juga menjadi penyebab rendahnya produktivitas karet yang diusahakan rakyat.
3.        Sejak tahun 1839 karet menjadi primadona perkebunan di beberapa negara tropis. Pada saat itu pula produksi karet meningkat dan harganya juga tinggi dipasaran. Karena karet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan industri maka permintaan karet melonjak dipasar Dunia. Usai Perang Dunia II, ketika negara-negara industri mulai berbenah dari puing-puing perperangan dan membangun perekonomiannya, kebutuhan karet dunia kembali naik. Bahkan di Indonesia berkebun karet merupakan pekerjaan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tanaman karet pun yang dulu nya tidak diketahui banyak di negara-negara dunia, kini menjadi sebuah keharusan dibeberapa negara untuk menanam tanaman karet di wilayahnya.
4.        Kegairahan rakyat indonesia menanam karet semakin menjadi-jadi setelah depresi ekonomi Dunia berakhir dan harga karet melonjak. Pemerintah belanda yang berkuasa pada saat itu tidak membuat requlasi apapun yang berkaitan dengan tanaman karet oleh rakyat , sehingga luas areal di Indonesia, terutama di Pulau Sumatara, menjadi tak terkendali. Dengan areal perkebunan karet terluas di Dunia, Indonesia bersama dua negara Asia Tenggara lainnya, yaitu Malaysia dan Thailand, sejak dekade 1920-an sampai sekarang merupakan  pemasok utama karet Dunia. Puncak kejayaan karet Indonesia terjadi antara tahun 1926 sampai menjelang perang Dunia ll. Ketika itu Indonesia merupakan pemasok karet alam terkemuka dipasar Internasional.
5.        Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang memperhatikan kehidupan rakyat nya. Pepatah itu memeng benar, masyarakt tidak akan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya tampa campur tangan dari pemerintah. Nah, kaitannya dengan tanaman karet adalah pemerintah harus bisa menjaga keseimbangan harga penawaran dan permintaan karet, karena tanaman karet termasuk hasil perkebunan yang tergolong besar. Penduduk Indonesia yang bermata pencahariannya petani mencapai 61,0% ,bisa anda bayangkan berapa persentase penduduk yang bertani karet. Namun sayang, sekarang kedudukan tanaman karet telah digeser dengan tanamaman sawit, memang secara ekonomi tanaman sawit sangat menguntungkan tetapi secara ekologi tanaman sawit sangat merugikan lingkungan dibandingkan dengan tanaman karet, karena ketidak mampuan akar tanaman sawit dalam menampung air, erosi, dan curahan hujan yang berlebihan. Adapun hal-hal yang dapat di lakukan pemerintah dan masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian tanaman karet :
Pemerintah :
Membatasi perluasan tanaman kelapa sawit yang berlebihan karena akan mengancam kehidupan masyarakat sekitar dan menyumbang terjadinya golbal warnning.
Mengadakan penyuluhan penting tentang tanaman karet bahwa sesungguhnya tamanan karet dan tanaman kelapa sawit, dalam bidang ekonomi sama-sama bisa memberi keuntungan.
Membuka lahan karet dan melakukan perawatan yang intensif terhadap bibit tanaman karet sehingga teknik budi daya dan pengolahannya yang kurang baik sebelumnya bisa diperbaiki.
Tetap menjaga mutu dan kualitas produktivitas tanaman karet agar indonesia sebagai produsen karet utama Dunia baik dala volume dan kualitas tetap bisa diraih kembali.

H.           Tujuan Penelitian
1.        Untuk Sekolah
Sebagai bahan  penanaman tentang nilai-nilai Ekonomi dan Ekologi tanaman karet.
Sebagai
2.      Untuk Guru
Sebagai tambahan pembelajaran tentang teori tanaman karet sehingga menjadi bahan yang pantas dan layak untuk diperbincangkan.
3.        Untuk Siswa
Menambah wawasan dan pencarian dari pokok permasalahn tentang tanamn karet yang belum bisa dipecahkan.

I.              Manfaat Penelitian
1.        Bagi Sekolah
Untuk sebagai wadah penyaluran rasa penasaran guru dan siswa-siswi mengenai tanaman karet.
Untuk menjadi bahan informasi atau masukan bagi seluruh guru maupun siswa-siswi sehingga ditemukanlah potensi-potensi yang ada pada siswa yang dapat diperlombakan.
2.      Untuk Guru
Menambah wawasan guru tentang tanaman karet sehingga apa yang guru dapatkan bisa disalurkan pada siswa-siswi dan menjadi objek pembelajaran sebagai tambahan nilai.
3.      Bagi Siswa
Sebagai persiapan apabila keadaan tidak memungkinkan nya menjadi seorang pegawai tetapi menjadi seorang petani karet sehingga siswa tersebut sudah menguasi pengatahuan-pengatahuan tentang tanaman karet meskipun tidak semuanya.

J.               Kajian Pusaka
1.        Untuk Sekolah
Membantu menumbuhkan kualitas-kualitas siswa-siswa, karena didalam pembuatan makalah ini banyak sekali memerlukan berbagai penelitian sehingga siswa-siswi itu dengan langsung mengadakan penelitian kelapangan untuk mempermudah mencari informasi tentang tanaman karet.
2.        Untuk Guru
Para Guru bisa mencari tahu apakah materi-materi tanaman karet yang terdapat pada buku-buku yang banyak beredar sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya yang ada pada masyarakat.
3.        Untuk Siswa
Untuk penerapan ilmu pengetahuan yang siswa-siswi dapatkan dari bangku SMA sehingga menjadi persiapan untuk menginjak bangku perkuliahan kelak .
Bisa dijadikan contoh untuk adik-adik kelas apabila mendapat tugas yang sama maupun yang tidak sama sehingga makalah ini bisa dijadikn sebagai referensasi.

K.     Metode Penelitian
1.      Bentuk penelitian
a.     Keperpustakaan
Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara membaca buku-buku dan mencari informasi-informasi yang mempunyai kaitan dengan masalah tanaman karet. Buku-buku yang berisikan tentang sejarah tanamn karet, pembibitan dan penyemaian tanaman karet, pemeliharaan nya sampai dengan pemanenannya.
b.         Penelitian Lapangan
Yaitu dengan mengadakan penelitian langsung kelapangan maksudnya dengan mengadakan wawancara langsung pada para petani karet .

2.      Analisis data
a.    Evaluasi buku-buku terbitan tentang tanaman karet
Cara ini digunakan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan tanaman karet yang diulas pada buku yang di gunakan  untuk memperoleh informasi. Peneliti akan membandingkan buku yang satu dengan yang lain untuk memperoleh kebenaran informasi.
b.    Evaluasi faktor-faktor
Dalam evaluasi faktor-faktor masih banyak kelemahan-kelemahan dalam wirausaha tanaman karet dan masih kurangnya peminat-peminat dalam membudidayakan tanaman karet karena masyarakat lebih memilih untuk membudidayakan tanaman kelapa sawit


 

Jam